-
A General Introduction To Phsycoanalisa Sigmund Freud
moreBab I
Sigmund Freud (1856-1939)
Peninggalan ilmiah Freud
Meskipun Sigmund Freud lahir di Freiburg, Moravia, dan meninggal di London, Inggris, dia adalah warga negara Wina, dimana dia menghabiskan hampir 80 tahun hidupnya. Jika Nazi tidak mencaplok Austria di tahun 1937, yang memaksa Freud mencari tempat perlindungan di Inggris, seluruh hidupnya, kecuali tiga tahun pertamanya, akanlah dihabiskan di ibukota Austria itu.
Hidup Freud yang panjang, dari 1856 sampai 1939, merentang di satu periode paling kreatif dalam sejarah ilmu pengetahuan. Di tahun ketika Freud yang berusia tiga tahun dibawa keluarganya ke Wina, dia menyaksikan diterbitkannya buku Origin of Species karangan Charles Darwin. Buku ini ditakdirkan merevolusi konsepsi tentang manusia. Sebelum Darwin, manusia telah dipisahkan dari kerajaan binatang semata-mata karena dia memiliki jiwa. Doktrin evolusioner membuat manusia sebagai satu bagian dari alam, seekor binatang diantara binatang yang lain. Diterimanya pandangan radikal ini berarti studi atas manusia haruslah kelanjutan dari garis-garis naturalistik. Manusia menjadi objek dari studi ilmiah yang tak berbeda, kecuali dalam kompleksitasnya, dengan bentuk-bentuk kehidupan lain.
Tahun berikutnya setelah penerbitan Origin of Species, ketika Freud berusia 4 tahun, Gustav Fechner, membentuk ilmu psikologi. Ilmuwan dan filsuf Jerman dari abad 19 ini memperlihatkan di tahun 1860 bahwa pikiran bisa ditelaah secara ilmiah dan pikiran bisa diukur secara kuantitatif. Psikologi memiliki tempatnya diantara ilmu-ilmu pengetahuan alam yang lain.
Dua orang ini, Darwin dan Fechner, memiliki dampak yang amat besar terhadap perkembangan intelektual Freud seperti halnya yang menimpa banyak kaum muda lain di periode itu. Minat dalam ilmu-ilmu biologis dan psikologi tumbuh subur sepanjang paruh kedua abad 19. Louis Pasteur dan Robert Koch, melalui karya fundamentalnya tentang teori penyakit, mengukuhkan ilmu bakteorologi; dan Gregor Mendel, melalui penyelidikannya atas the garden pea, membentuk ilmu genetika modern. Kehidupan ilmu pengetahuan berada dalam keriuhan yang kreatif.
Ada pengaruh lain yang mempengaruhi Freud lebih mendalam lagi. Pengaruh-pengaruh ini datang dari fisika. Di pertengahan abad itu, fisikus besar Jerman, Hermann von Helmholtz, merumuskan prinsip konservasi energi. Prinsip tersebut singkatnya menyatakan bahwa energi adalah kuantitas, tak beda dengan massa. Ia bisa ditransformasi, tapi tidak dapat dihancurkan. Ketika energi hilang dari satu bagian suatu sistem, ia haruslah muncul di lain bagian dalam sistem tersebut. Sebagai contoh, sewaktu satu objek menjadi lebih dingin, objek disampingnya akan menjadi lebih panas.
Studi atas perubahan-perubahan energi dalam suatu sistem fisis membawa pada penemuan-penemuan momentus dalam bidang kajian dinamika. Lima puluh tahun antara pernyataan Helmholtz tentang konservasi energi dan teori relativitas Albert Einstein merupakan jaman keemasan tentang energi. Termodinamika, medan elektromagnetik, radioaktivitas, elektron, teori kuantum—semua ini adalah beberapa prestasi dari separuh abad yang vital ini. Orang-orang seperti James Maxwell, Heinrich Hertz, Max Planck, Sir Joseph Thompson, Marie dan Pierre Curie, James Joule, Lord Kelvin, Josiah Gibbs, Rudolph Clausius, Dmitri Mendelyeev—untuk menyebutkan beberapa saja dari para raksasa fisika modern—secara harfiah mengubah dunia melalui penemuan-penemuan mereka tentang rahasia-rahasia energi. Sebagian besar alat-alat yang menghemat tenaga manusia yang membuat kehidupan kita sekarang jauh lebih mudah berasal dari gelombang pengaruh fisika abad 19. Kita sekarang ini masih terus saja menuai keuntungan dari jaman keemasan ini, sewaktu jaman atomik yang baru saja lahir, kita rasakan.
Tapi jaman energi dan dinamika memberikan jauh lebih banyak lagi daripada hanya menyediakan manusia dengan perkakas elektronik, televisi, mobil, kapal terbang, bom atom dan hidrogen. Jaman ini menghiasi manusia dengan suatu konsepsi manusia yang baru. Darwin mengkonsepsikan manusia sebagai binatang. Fechner membuktikan pikiran manusia tidaklah berada di luar ilmu pengetahuan tapi bahwa ia bisa dimasukkan ke dalam laboratorium dan secara akurat bisa diukur. Fisika baru bahkan memungkinkan konsepsi manusia yang lebih radikal lagi. Ini adalah pandangan bahwa manusia merupakan suatu sistem energi dan dia mematuhi hukum-hukum fisis yang sama yang mengatur gelembung sabun dan gerak benda-benda langit.
Sebagai seorang ilmuwan-muda yang tengelam dalam riset biologis sepanjang perempat terakhir abad 19, Freud hampir tidak bisa menghindarkan diri dari pengaruh fisika baru tersebut. Energi dan dinamika merembesi setiap laboratorium dan menulari pikiran para ilmuwan. Adalah peruntungan baik bagi Freud, sebagai seorang siswa kedokteran, untuk berada dibawah pengaruh Ernst Brücke. Brücke adalah direktur Laboratorium Fisiologi di Universitas Wina dan salah satu fisiolog terbesar dari abad tersebut. Bukunya, Lectures on Physiology yang terbit 1874, tahun setelah Freud masuk sekolah medis, mengemukakan pandangan radikal bahwa organisme merupakan suatu sistem dinamis yang dalam sistem seperti itu hukum-hukum kimia dan fisika berlaku. Freud amat kagum pada Brücke dan tanpa waktu lama dia terindoktrinasi oleh pandangan fisiologi dinamis baru ini.
Berkat kegeniusan Freud, dia sekitar 20 tahun kemudian akan menemukan bahwa hukum-hukum dinamika bisa diterapkan pada personalitas manusia sebagaimana berlaku pada tubuhnya. Ketika dia sampai pada penemuannya ini, Freud melanjutkannya dengan menciptakan suatu psikologi dinamis. Psikologi dinamis ialah psikologi yang menelaah transformasi-transformasi dan pertukaran-pertukaran energi [yang terjadi] dalam personalitas. Ini adalah prestasi terbesar Freud, dan merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam ilmu pengetahuan modern. Pastinya ia merupakan peristiwa krusial dalam sejarah psikologi.
Freud menciptakan Psikologi Dinamis
Meski Freud terdidik dalam ilmu pengobatan dan menerima gelar medisnya dari Universitas Wina di tahun 1881, dia tidak pernah berniat berpraktek sebagai dokter. Dia ingin menjadi seorang ilmuwan.
Dalam usahanya mengejar cita-cita inilah, dia masuk sekolah medis di Universitas Wina di 1873, ketika itu berusia 17, dan melakukan karya riset pertamanya di tahun 1876. Dalam penyelidikan pertamanya ini dia menelaah topik yang pada masa itu sukar untuk dipahami dan sukar dilakukan: testis belut! Dan dia berhasil menemukannya. Kira-kira selama 15 tahun setelahnya Freud menghabiskan waktu dalam penyelidikan-penyelidikan sistem saraf. Namun tidak secara eksklusif karena dia insaf bahwa bayaran dari riset ilmiah tidaklah akan menopang seorang istri, enam anak, dan kerabat yang banyak. Tambahan pula, anti-Semitisme yang masih kuat di Wina sepanjang periode itu menjauhkan Freud dari kemajuan karir di universitas. Akibatnya, jauh bertentangan dengan keinginannya dan atas nasihat Brücke, dia terpaksa membuka praktek pengobatan. Terlepas dari prakteknya ini, dia menyisihkan waktu untuk riset neurologis, dan akhirnya mendapat reputasi sebagai ilmuwan muda yang menjanjikan.
Ternyata ada untungnya juga Freud membuka praktek pengobatan. Jika dia tetap menjadi seorang ilmuwan medis barangkali dia tidak akan pernah punya kesempatan menciptakan psikologi dinamis. Kontaknya dengan para pasien merangsangnya untuk berfikir dalam term-term psikologis.
Sewaktu Freud memulai praktek pengobatannya adalah lumrah, dalam latar belakang ilmiahnya, untuk menspesialisasi diri dalam perawatan gangguan-gangguan saraf. Cabang medis ini pada waktu itu amat ketinggalan. Tak banyak yang bisa dilakukan bagi orang yang menderita penyimpangan pikiran. Jean Charcot, di Prancis, telah mengalami kesuksesan dengan hipnosis, terutama dalam penanganan kasus histeria. Freud menghabiskan satu tahun di Paris (1885-86) demi mempelajari metode perawatan Charcot ini. Akan tetapi, Freud tidak puas dengan hipnosis karena dia merasa bahwa efek-efeknya hanyalah temporer dan tidak sampai pada akar persoalan dan sumber gangguan. Dari dokter Wina yang lain, Joseph Breuer, dia mempelajari kelebihan-kelebihan bentuk terapi cathartic atau “mengungkapkan permasalahan-permasalahan yang dimiliki pasien”. Pasien berbicara sementara si dokter menyimaknya.
Meski Freud belakangan mengembangkan teknik-teknik terapeutik yang baru dan lebih canggih, metode “mengemukakan” atau asosiasi-bebas memberikannya banyak pengetahuan perihal sebab-sebab yang melandasi perilaku abnormal. Dengan semangat dan kepenasaran ilmiah yang sejati, dia mulai menggali lebih menukik lagi ke dalam pikiran para pasiennya. Penggaliannya ini menyingkapkan daya-daya dinamis yang bekerja yang bertanggung jawab dalam pembentukan simptom-simptom abnormal. Lambat laun mulai terbentuk dalam pikiran Freud gagasan bahwa sebagian besar dari daya-daya ini adalah bawah sadar.
Ini merupakan titik balik dalam kehidupan ilmiah Freud. Menyingkirkan fisiologi dan neurologi, dia menjadi seorang penyelidik psikologis. Ruangan tempat dia merawat pasiennya menjadi laboratoriumnya, dipan adalah satu-satunya perabotan, dan omongan melantur para pasiennya adalah data ilmiahnya. Add to these the restless, penetrating mind of Freud, and one has named all of the ingredients that went into the creation of a dynamic psychology.
Di tahun 1890an, dengan kecermatan yang khas, Freud mulai melakukan analisis-diri intensif atas daya-daya bawah sadarnya sendiri untuk menguji bahan-bahan yang diberikan para pasiennya. Dengan menganalisis mimpi-mimpinya sendiri dan mengatakan apapun yang terlintas dibenaknya sendiri, dia sanggup melihat cara kerja dari dinamika batinnya. Atas dasar pengetahuan yang diperoleh dari para pasien dan dari dirinya sendiri, dia mulai menghamparkan fondasi bagi teori tentang personalitas. Perkembangan teorinya ini melibatkan upaya-upaya yang paling kreatif sepanjang sisa hidupnya. Belakangan, dia akan menulis, “Hidup saya telah dibidikkan hanya pada satu tujuan; untuk menyimpulkan atau untuk menerka bagaimana aparatus mental dikonstruksi dan daya-daya apa yang saling bermain [saling mempengaruhi] dan saling berkontak didalamnya.”
Adalah di tahun 90an The Interpretation of Dreams selesai ditulis, meski tidak diterbitkan sampai hari-hari terakhir abad 19 dan terbitannya diberi tanggal 1900. Buku ini merupakan karya yang memberkahi dimulainya abad baru. Buku ini, yang sekarang dipandang sebagai salah satu karya besar dari jaman moden, lebih dari sebuah buku tentang mimpi. Ia merupakan buku tentang dinamika pikiran manusia. Terutama pada bab terakhirnya, buku ini memuat teori Freud tentang pikiran.
Sedikit orang awam membaca buku tersebut ketika ia pertama muncul, dan terabaikan dalam lingkungan ilmiah dan medis. Perlu 8 tahun untuk menjual 600 kopian dari cetakan pertamanya. Tapi kegagalan awal dari The Interpretation of Dreams seperti ini tidak menyurutkan Freud. Dengan rasa percaya diri dari orang yang tahu dirinya berada di jalan yang benar, Freud terus menjelajahi pikiran manusia melalui metode psikoanalisis. Pada saat yang sama ketika dia membantu para pasiennya mengatasi permasalahan-permasalahan yang mereka punyai, mereka membantu Freud dalam memperluas pengetahuannya perihal daya-daya bawah sadar.
Terlepas dari kegagalan yang dialami The Interpretation of Dreams, serangkaian buku dan artikel brilian mengalir dari pena Freud sepanjang 10 tahun selanjutnya. Di 1904, dia menerbitkan The Psychopathology of Everyday Life, yang mengemukakan tesis baru bahwa keseleo lidah, kesalahan, kecelakaan, dan salah-ingat semuanya dikarenakan motif-motif bawah sadar. Tahun berikutnya tiga karya yang lebih signifikan terbit. Salah satunya, A Case of Hysteria, memberikan penjelasan mendetail tentang metode Freud dalam menelusuri sebab-sebab psikologis dari gangguan mental. Three Essays on Sexuality mengedepankan pandangan-pandangan Freud tentang perkembangan insting seks. By many authorities ini dipandang sebagai karya Freud yang paling penting disamping The Interpretation of Dreams. Apakah orang setuju atau tidak dengan penilaian ini—penulis tidak menyepakatinya—Three Essays membuat Freud mendapatkan reputasi unwarranted sebagai seorang pan-sexualist. Volume ketiga, Wit and Its Relation to the Unconsious, memperlihatkan bagaimana banyolan yang diceritakan orang merupakan produk dari mekanisme bawah sadar.
Meski, selama beberapa tahun, Freud bekerja sebagian besar dalam isolasinya dari dunia medis dan ilmiah, tulisan-tulisannya dan kesuksesan metode psikoanalitisnya dalam menangani pasien-pasien neurotik membuat namanya menarik perhatian sekelompok kecil orang. Diantara mereka ini adalah Carl Jung dan Alfred Adler, yang keduanya belakangan menarik dukungannya atas psikoanalisis dan mengembangkan mazhab tandingannya. Namun mereka berdua merupakan pengikut penting Freud di tahun-tahun sebelum Perang Dunia Pertama dan membantu mengukuhkan psikoanalisis sebagai suatu gerakan internasional.
Di 1909, Freud menerima pengakuan akademis pertamanya ketika diundang berbicara pada hari peringatan 20 tahun pendirian Clark University di Worcester, Massachusetts. Stanley Hall, Presiden Clark University, dan dia sendiri adalah seorang psikolog terkemuka, mengakui arti penting kontribusi Freud pada psikologi dan membantu mempromosikan pandangan-pandangannya di Amerika Serikat.
Semakin hari semakin banyak pengakuan bagi Freud, dan setelah Perang Dunia Pertama namanya dikenal jutaan orang di seluruh dunia. Psikoanalisis was the rage, dan pengaruhnya dirasakan hampir di semua relung teater kehidupan. Sastra, seni, agama, kebiasaan sosial, moral, etika, pendidikan, dan ilmu sosial—semuanya merasakan dampak psikologi Freudian. Pada waktu itu dipandang gaul untuk dipsikoanalisis dan jika menggunakan kata-kata semisal bawah sadar, dorongan-dorongan yang direpresi, larangan, kompleks-kompleks, dan fiksasi dalam percakapan sehari-hari. Kebanyakan minat populer dalam psikoanalisis dikarenakan asosiasinya dengan seks.
Sepanjang hidupnya Freud terus menulis. Hampir tak pernah satu tahun berlalu tanpa menerbitkan sedikitnya satu buku atau artikel penting. Kumpulan tulisannya, dalam edisi Bahasa Inggris Standar, terkumpul 24 volume. Freud diperkatakan sebagai seorang master penulisan prosa. Dia memiliki begitu banyak ekspresi yang tak bisa ditandingi para penulis ilmiah. Meski tanpa berkesan mendikte kepada para pembacanya, dia berhasil menyampaikan gagasan-gagasannya dengan cara yang hidup, menarik dan jernih.
Freud tidak pernah merasa karyanya selesai. Sewaktu bukti baru muncul dari para pasien dan koleganya, dia merevisi teori-teori dasarnya. Di tahun 1920an, misalnya, ketika Freud berusia 70, dia sepenuhnya mengubah sejumlah pandangan-pandangan mendasarnya. Dia mengubah teorinya tentang motivasi, sepenuhnya membalikkan teorinya tentang kecemasan, dan membentuk model personalitas baru yang didasarkan atas id, ego, dan superego. Orang tak bisa mendapati fleksibilitas semacam itu pada orang yang berusia 70 tahun. Keengganan untuk berubah sudah merupakan ciri bagi orang yang sudah tua. Tapi Freud tidak bisa dinilai melalui standar yang biasa. Dia sudah belajar di awal-awal kehidupannya bahwa konformitas ilmiah berarti kelemahan intelektual.
III. What was Freud?
What was Freud? Atas dasar profesinya dia adalah seorang dokter. Dia merawat orang sakit dengan metode yang telah dia ciptakan sendiri. Di masa ini dia mungkin akan disebut sebagai seorang psikiater. Psikiatri adalah cabang kedokteran yang merawat penyakit-penyakit dan keabnormalan-keabnormalan mental. Freud adalah salah seorang pendiri psikiatri modern.
Meski dia dia menafkahi hidupnya dengan berpraktek pengobatan, Freud bukanlah seorang dokter medis karena pilihan. Di tahun 1927 dia mengaku bahwa “setelah 41 tahun dari aktivitas medisnya, diri saya mengatakan saya tidak pernah benar-benar menjadi seorang dokter dalam artian yang sesungguhnya. Saya menjadi dokter karena merasa diharuskan untuk berbelok dari tujuan saya sesungguhnya.”
Apakah tujuan sesungguhnya ini? Adalah untuk memahami sebagian teka-teki alam dan berkontribusi dalam memberikan solusinya.
Cara yang paling berpengharapan dalam mencapai tujuan ini tampaknya saya harus masuk fakultas kedokteran; tapi bahkan pada masa itu pun saya bereksperimen—dan gagal—dengan zoologi dan ilmu kimia, sampai pada akhirnya, dibawah pengaruh Brücke, yang lebih besar daripada pengaruh-pengaruh orang lain dalam hidup saya, saya mendamparkan diri pada psikologi, meski di masa-masa itu disiplin tersebut dengan sempit terlalu terbatas pada histologi.
Freud adalah seorang ilmuwan karena pilihan. Sebagai siswa medis muda dan belakangan dalam koneksi-koneksinya dengan bermacam rumah sakit, dia melakukan studi-studi atas fenomena psikologis. Dia menjadi tahu bagaimana mengumpulkan data melalui observasi seksama, mengkaitkan temuan-temuan dan menarik kesimpulan, dan menguji kesimpulan-kesimpulannya dengan observasi lebih jauh. Meski Freud tidak menghasilkan penemuan yang luar biasa/menonjol sebagai seorang fisiolog, pengalaman awal dalam laboratorium ini memberinya sikap disiplin dalam metode ilmiah. Mengajarkan padanya bagaimana menjadi seorang ilmuwan.
Di tahun 1890an, Freud menemukan macam ilmuwan seperti apa yang dia inginkan. Dalam surat kepada seorang teman dia menulis, “adalah psikologi yang telah menjadi tujuan yang diisyaratkan pada saya dari suatu tempat yang antah berantah.” Sepanjang sisa hidupnya, sekitar 40 tahun, Freud adalah seorang psikolog.
Apakah hubungan psikologi dengan psikoanalisis? Freud sendiri menjawab pertanyaan ini di tahun 1927: “Psikoanalisis berada di bawah bab psikologi; bukan psikologi medis dalam artian lama, juga bukan psikologi proses-proses morbid, tapi semata-mata psikologi. Ia pastinya bukanlah psikologi dalam keseluruhannya, tapi dalam substruktur dan barangkali seluruh fondasinya.” Freud disini sedang membicarakan psikoanalisis sebagai teori tentang personalitas. Tapi ada sisi lain dalam psikoanalisis. Psikoanalisis juga merupakan suatu metode psikoterapi. Ia memuat teknik-teknik dalam merawat orang yang terganggu secara mental. Bagi Freud, aspek terapeutik dari psikoanalisis adalah sekunder dari aspek teoritis dan ilmiahnya. Dia tidak ingin terapi menghilangkan keilmuannya. Akanlah bijak, karenanya, untuk membedakan seperti yang kami lakukan dalam Pokok-pokok ini antara psikologi Freudian sebagai suatu sistem teoritis dari psikologi, dan psikoanalisis sebagai suatu metode dari psikoterapi.
Dokter, psikiater, ilmuwan, psikolog—Freud memiliki semua predikat itu. Tapi dia juga sesuatu yang lain. Dia adalah seorang filsuf. Kita mendapat kesan tentang ini dalam satu surat yang ditulis untuk seorang teman di tahun 1896. “sebagai seorang muda saya tak merindukan yang lain daripada pengetahuan filosofis, dan saya sekarang berada ditengah jalan dalam memuaskan kerinduan tersebut dengan berpindah dari medis ke psikologi.”
Tidaklah luar biasa bagi ilmuwan abad 19 untuk tertarik dengan filsafat. Nyatanya, banyak dari mereka, ilmu pengetahuan adalah filsafat. Bukankah filsafat berarti “cinta akan pengetahuan”? Dan cara yang lebih baik dalam memperlihatkan kecintaan seseorang akan pengetahuan daripada dengan menjadi seorang ilmuwan? Inilah inti dari apa yang dikatakan Goethe kepada setiap intelektual Jerman. Goethe adalah suara yang paling berpengaruh di pemikiran abad 19 dan merupakan idol dari abad tersebut. Dan Freud tidak imun dari pengaruh Goethe itu. Pada kenyataannya, dia memutuskan karir dalam ilmu pengetahuan setelah mendengar esai Goethe yang inspirasional tentang Alam yang dibacakan dalam suatu kuliah umum.
Minat filosofis Freud bukanlah seperti minat dari mereka yang merupakan filsuf profesional atau akademis. Filsafatnya adalah sosial dan humanitaria. Ia mengambil bentuk bangunan filsafat-hidup. Bahasa Jerman memiliki satu kata bagi semua ini. Mereka menyebutnya Weltanschauung, yang berarti “pandangan-dunia”. Freud berdiri untuk suatu filsafat-hidup yang didasarkan pada ilmu pengetahuan daripada pada metafisika atau agama. Dia merasa bahwa suatu filsafat-hidup yang layak dimiliki adalah yang didasarkan atas suatu pengetahuan sejati tentang kodrat manusia, pengetahuan yang hanya bisa diperoleh melalui penyelidikan dan riset ilmiah.
Freud tidak merasa bahwa psikoanalisis dimaksudkan untuk mengembangkan suatu Weltanschauung baru. Hanyalah perlu untuk meluaskan pandangan-dunia ilmiah pada studi tentang manusia. Filsafat-hidup Freud sendiri bisa diperas dalam satu frase: “pengetahuan melalui ilmu pengetahuan”.
Pengetahuan intim akan kodrat manusia yang dimiliki Freud membuatnya sebagai pesimistis sekaligus kritis. He did not have a very high opinion of the bulk of mankind. Dia merasa bahwa daya-daya irasional dalam kodrat manusia amatlah kuat sehingga daya-daya rasionalnya memiliki sedikit kesempatan dalam memenangkan pertarungan melawan mereka. Segelintir orang sajalah yang barangkali mampu menjalani suatu kehidupan yang dilandaskan pada akal, tapi kebanyakan orang lebih nyaman hidup dengan delusi-delusi dan takhyul-takhyul yang mereka miliki daripada hidup penuh dengan kebenaran. Freud telah menyaksikan teramat banyak pasien dengan begitu gigihnya berjuang untuk mempertahankan delusi-delusi mereka. Orang cenderung bertahan dari mengetahui kebenaran tentang diri mereka. Titik pandang pesimistis ini dikembangkan secara paling tuntas dalam bukunya The Future of an Illusion meski mood ini selalu melandasi banyak tulisan-tulisannya.
Freud juga adalah seorang kritikus sosial. Dia percaya bahwa masyarakat, yang telah dibentuk manusia, untuk sebagian besarnya mencerminkan irasionalitas yang dimiliki manusia. Sebagai konsekuensinya, tiap-tiap generasi menjadi korup karena dilahirkan ke dalam suatu masyarakat yang irasional. Pengaruh manusia pada masyarakat dan pengaruh masyarakat pada manusia merupakan suatu lingkaran setan, dan hanya segelintir jiwa yang kuat sajalah yang bisa membebaskan diri darinya.
Freud merasa bahwa situasi seperti itu harus diperbaiki melalui penerapan [diterapkannya] prinsip-prinsip psikologis dalam mengasuh dan mendidik anak. Tentu saja Ini berarti bahwa orangtua dan para guru harus menjalani suatu re-edukasi psikologis sebelum mereka bisa menjadi agen efektif dari akal/rasio dan kebenaran. Freud tidaklah menyederhanakan besarnya tugas ini, tapi dia tidak tahu cara lain dalam menciptakan suatu masyarakat yang lebih baik dan menciptakan orang-orang yang lebih baik. Kritik sosial Freud diungkapkan dalam bukunya Civilization and Its Discontents.
Kemudian, apakah Freud? Dokter, psikiater, psikoanalis, psikolog, filsuf, dan kritikus—semua ini adalah beberapa bidang garapannya. Akan tetapi, dipandang secara terpisah ataupun sekaligus, semua itu benar-benar tidak mencerminkan arti penting Freud bagi dunia. Meski kata “genius” sudah biasa dipakai untuk memerikan sejumlah orang, tak ada kata tunggal lain yang cocok bagi Freud. Dia memang seorang genius. Orang bisa memilih untuk memandangnya, seperti yang saya lakukan, sebagai salah satu dari segelintir orang dalam sejarah yang memiliki pikiran universal. Seperti Shakespeare dan Goethe dan Leonardo da Vinci, apapun yang disentuh Freud berubah jadi emas. He was a very wise man. -
The Death Of Icarus
Daedalus penemu, ilmuwan, dan pengrajin yang kenamaan punya a nephew, Perdix, yang jadi apprenticenya. Perdix dikenal sebagai dewa yang sangat cerdas, pada suatu ketikaDaedalus berhasil menciptakan gergaji dari rahang buaya. Daedalus kemudian merasa iri karena putranya sendiri, Icarus, tidak pernah bisa menemukan sebuah terobosan ilmuah apapun. Suatu ketika Perdix dijebak diajak ke puncak Acropolis di Athena dijorokin ke bawah sampe tewas. Tapi Minerva dewi pelindung para pengrajin (Athena Ergani) kemudian mengubah Perdix menjadi burung kepodang (partridge).Sementara itu Daedalus yang kemudian menyesali perbuatannya menjadi takut membayangkan hukuman yang akan ditimpakan kepadanya oleh penduduk Athena, sebab kedengkian adalah hal yg paling tercela pada zamannya. Kemudian bersama putranya Daedalus pergi ke Crete yang diperintah oleh King Minos & Queen Pasiphae & memohon perlindungan mereka.Minos & Pasiphae menerima Daedalus dan anaknya dengan baek bahkan mempekerjakan mereka sebagai pengrajin istana. Suatu ketika Minos bermaksud mempersembahkan korban bagi Neptune, tapi beliau tidak memiliki sesuatu yg cukup berharga buat dikorbanin. Neptune kemudian menyediakan korbannya sendiri dengan mengirimkan kepada Minos seekor banteng perkasa, seekor banteng yang sangat membanggakan, Minos jadi urung mengorbankan banteng tersebut kepada Neptune kemudian ia memeliharanya. Dalam kegusarannya Neptune kemudian justru menghukum Minos lewat istrinya. Dalam diri Pasiphae muncul nafsu bestial yang membuatnya horny melihat keperkasaan banteng peliharaan Minos tersebut. Atas permintaan Pasiphae, Daedalus kemudian membuat patung sapi yang berongga agar Pasiphae bisa masup ke dalamnya. Setelah patung tersebut siap, Pasiphae pun melaksanakan niatnya memasuki patung. Kemudian pergi mengunjungi padang tempat banteng peliharaan suaminya merumput. Adegan selanjutnya terlalu vulgar buat diceritain di sini.Singkat kata, dari hasil hubungan antara Pasiphae dgn banteng kemudian lahirlah monster yg mengerikan berwujud manusia berkepala banteng yg ganas. Menyadari kesalahannya Minos mengakui banteng sebagai putranya dan menamainya Minotaur yang berarti 'banteng Minos'. Minotaur yg membahayakan dikurung di penjara yg diarsiteki oleh Daedalus, yaitu di dalam labyrinth yang membuat siapa saja yang masup ke dalamnya sulit menemukan jalan keluar, sehingga akan mati tersia-sia, jika berhasil lolos dari Minotaur. Untuk menghidupi Minotaur, Minos memberikan 7 orang pemuda dan 7 orang pemudi sebagai mangsanya tiap taun.Kebetulan sekali Athena yg adalah negara yang lemah di bawah pimpinan King Aegeus berhutang nyawa kepada Minos sehingga Minos memerintahkan agar Aegeuslah yang menyediakan korban bagi Minotaur dari kalangan rakyatnya. Suatu ketika putra Aegeus yg beranjak dewasa, Theseus tersentuh oleh kesusahan rakyatnya sehingga menawarkan diri sebagi salah 1 korban bagi Minotaur. Mula-mula Aegeus tidak mengizinkan, tapi Theseus bersikeras sehingga akhirnya Aegeus tidak berdaya menolak. Theseus berangkat bersama rombongan pemuda dan pemudi yang ditunjuk menjadi korban taun itu.Theseus adalah kesayangan Minervaso, sepertinya tidak mungkin Minerva membiarkan Theseus mati konyol. Doski minta bantuan Venus. Venus mengutus Cupid ke Crete & dgn panah asmaranya membuat Princess Arianna pada Theseus. Arianna menjadi mengetahui bahwa Theseus harus mengalami nasib yg mengerikan di tangan Minotaur. Phaedra, adik Arianna, kemudian mengusulkan agar Arianna berkonsultasi dgn Daedalus yg merancang labyrinth bagaimana agar Theseus bisa selamat keluar dari labyrinth. Setelah berkosnsultasi dgn Daedalus, Arianna mendatangi Theseus & memberikan segelendong benang & sebilah pedang pusaka kepada Theseus & menyuruh Theseus masup ke labyrinth & membunuh Minotaur malam itu agar tak diketahui siapapun sebelon hari pengorbanan tiba (yaitu keesoakan harinya). Arianna memohon agar Theseus mo membalas cintanya & membawanya pergi dari Crete setelah membunuh Minotaur sebab bokapnya pasti bakalan menghukumnya kalo sampe tau bahwa atas bantuannya Minotaur berhasil dibinasakan. Theseus masup ke labyrinth dgn membawa gelendong benang yg ujungnya dipegang oleh Arianna sebagai penunjuk jalan yg harus ditempuh olehnya agar bisa keluar dgn selamat dari labyrinth (ada versi yg menceritakan kalo Arianna memintal benang di ujungnya agar cukup panjang buat Theseus sampe ke pusat labyrinth. Theseus akhirnya berhasil membinasakan Minotaur & keluar dari labyrinth dgn selamat & berlayarmeninggalakan Crete malam itu bersama seluruh pemuda-pemudi Athena & Arianna ---> cerita selanjutnya baca "The Golden Age of Classical Myths: Bacchus".Minos menjadi murka ketika mengetahui bahwa Minotaur dibinasakan oleh Theseus & putrinya dilarikan olehnya. Doski tau bahwa Daedalus pasti terlibat. Oleh karena itu doski memenjarakan Daedalus & Icarus di labyrinth but kali ini jalan keluarnya dijaga oleh para pengawal sehingga Daedalus & son gak bisa lolos. Pasiphae yg berhutang budi kepada Daedalus kemudian bejanji akan membantunya kabur dari labyrinth. Daedalus mohon agar Pasiphae mengirimkan bulu-bulu unggas & lilin dalam jumlah besar sedikit demi sedikit. Pasiphae memenuhi permintaan Daedalus. Ketika jumlah bulu unggas & lilin yg dikirimkan mencukupi Daedalus menciptakan 2 pasang sayap bagi dirinya & bagi Icarus yg kemudian digunakan untuk terbang kabur dari labyrinth. Sebelonnya Daedalus udah memepringatkan Icarus agar jangan terbang terlalu tinggi soalnya 'ntar lilin yg merekatkan bulu-bulu sayapnya meleleh & juga jangan terlalu rendah agar tidak tersambar gelombang laut. But ketika mereka mengudara Icarus menjadi lupa diri & terbang tinggi sampe mendekati kereta Sol. Selanjutnya bisa ditebak. Icarus jatuh ke laut & mati terbenam di laut yg sjak saat itu dinamain Laut Icaria. Sementara Daedalus terus terbang sampe ke Sicily & baru menyadari bahwa Icarus pasti udah melanggar larangannya pas nungguin doski gak dateng-dateng. Dgn demikian kejahatan yg pernah dilakukan oleh Daedalus atas Perdix terbalas dgn kematian putranya.more
-
Helios The God Of Sun
Sol adalah dewa matahari, putra titan Hyperion dengan titanid Theia, saudara Luna, dewi bulan yang pucat, dan Aurora, dewi fajar keemasan. Tiap hari dia melintasi angkasa dengan mengendarai keretanya yang ditarik kuda-kuda berapi dari timur ke barat memberikan cahaya dan kehangatan bagi bumi. Kala senja tiba dia akan turun ke bumi menuju Sungai Ocean di ujung barat menunggu perahu emas yang akan membawanya kembali ke istana emasnya di timur.Sol memiliki seorang putra dari Peri Clymene, yang bernama Phaeton. Suatu hari Phaeton bertengkar dengan Epaphos, putra Jupiter dari Io. Epaphos menantang Phaeton untuk membuktikan bahwa dirinya sungguh putra sang dewa matahari. Phaeton kemudian pergi menghadap ayahnya agar diizinkan mengendarai keretanya yang ditarik kuda-kuda berapi selama satu hari. Mula-mula sang ayah tak mengizinkan. Namun karena Phaeton terus mendesak akhirnya Sol memberinya izin.Sol menasehati agar putranya berhati-hati mengendarai keretanya di jalur yang tiap hari dilaluinya dan menjaga agar kereta tersebut tidak meleset sedikitpun dari jalur tersebut. Phaeton mengiyakan pesan ayahnya tersebut. Dengan hati mekar oleh rasa bangga dia keluar dari gerbang istana emas ayahnya mengendarai keretanya.Tiba-tiba di tengah perjalanannya Phaeton dihadang oleh rasi bintang Scorpio yang mengejutkannya sehingga tanpa sengaja dia menghela kuda-kudanya secara keliru. Kuda-kuda tersebut berlari tanpa kendali melewati garis edarnya. Kadang terlalu ke bawah sehingga bumi terbakar oleh terik apinya (konon karena hal ini penduduk yang tinggal di sekitar garis khatulistiwa berkulit gelap karena terbakar terik kereta matahari), kadang terlalu ke atas sehingga langit membara.Dari bumi Terra berseru kepada Jupiter agar segera bertindak menyelamatkan alam dari kehancuran. Jupiter menampakkan diri di awan-awan sambil menggenggam petirnya yang kemudian dilontarkannya ke arah Phaeton. Phaeton bersama kereta dan kuda-kudanya, yang kini padam apinya, terjatuh ke bumi dan hancur. Segera ibunya dan saudari-saudarinya, para Heliad, berlari mendapatkan mayatnya yang mengambang di permukaan Sungai Eridanus dan menangisinya berhari-hari lamanya sampai Jupiter mengubah mereka menjadi pohon-pohon poplar.Sol sendiri meski berduka atas kematian putranya tidak dapat menyalahkan tindakan Jupiter. Dia tetap menjalankan tugasnya seperti biasa tiap hari. Hanya saja kadang kala dia teringat akan putranya dan menangisinya Maka apabila kadang-kadang di tengah hari hujan turun sementara matahari tetap bersinar, orang akan berkata bahwa Sol sedang menangisi putranya. Ada versi yang menyebutkan bahwa ibu Phaeton adalah Peri Rhoda yang dicintai oleh Sol. Oleh karena itu Pulau Rhodes disucikan bagi Sol. Di pelabuhan pulau tersebut dibangun patung besar Sol (colossus) yang menjadi salah satu keajaiban dunia.Selain Rhoda ada juga seorang peri bernama Clytie yang mencintai Sol namun bertepuk sebelah tangan. Berhari-hari lamanya Clytie duduk di atas tanah yang dingin, sama sekali tak beranjak dari tempatnya, hanya memandangi Sol yang melintasi angkasa di atas keretanya. Kala malam tiba, dia akan menunduk menangis berharap dapat menyaksikan pujaan hatinya lagi besok. Hanya embun malam dan air matanya yang menjadi santapannya. Lama kelamaan wujudnya pun berubah. Kakinya berubah menjadi akar yang tertanam dalam tanah dan wajahnya berubah menjadi bunga yang selalu menghadap ke atas, ke arah sang surya bersinar. Kita mengenalnya sebagai bunga matahari. Sama seperti Clytie yang menundukkan kepala saat Sol telah menuntaskan tugasnya begitu pula bunga matahari akan merunduk saat malam tiba.more
-
Athena The God Of Wisdom
Minerva adalah putri sulung Jupiter yang lahir dari kepala Bapa Semesta Alam tersebut. Cerita tentang kelahirannya terkenal sangat aneh. Suatu hari Terra mendatangi Jupiter di balai para dewa dan meramalkan bencana yang bakal menimpanya. Jupiter akan memiliki dua orang anak dari istrinya, Methys, yang saat ini sedang mengandung. Anak pertama yang sedang dikandung akan menjadi pembantu setia Jupiter dalam segala hal, sedangkan anak kedua yang akan dikandung akan memberontak melawannya. Untuk menghindari bencana yang akan menimpa dirinya kemudian Jupiter mendatangi Methys. Dibuainya Methys dengan kata-kata manis sehingga Methys menjadi terlena. Saat terlena itulah Jupiter memeluk Methys dan menyatukannya dengan dirinya. Dengan demikian tak akan pernah ada anak kedua yang dikandung oleh Methys.Jupiter telah terbebas dari bencana yang akan menimpanya. Ketika sampai waktunya bagi Methys untuk melahirkan anaknya, Jupiter merasakan sakit kepala yang tak tertahankan. Begitu tak tertahankannya sehingga akhirnya kepalanya terbelah. Dari kepala Jupiter tiba-tiba memancar cahaya yang kemudian berubah bentuk menjadi seorang wanita muda berambut keemasan bergelombang dan bermata biru. Wanita tersebut mengenakan helm, membawa tombak dan perisai di tangannya. Jupiter menamai putrinya yang baru lahir tersebut Minerva.Minerva menjadi dewi kebijaksanaan yang mengusir Kebodohan, yaitu putri Nox yang sampai saat itu masih berkeliaran di dunia. Dia menjadi pembantu dan penasehat utama Jupiter dalam segala hal. Kecintaannya pada kemanusiaan yang sangat besar telah melahirkan gagasan-gagasan cemerlang dari benaknya, yaitu seni, filsafat, astronomi, matematika, dan mekanika. Pernah ada seorang gadis yang pandai menenun meremehkan kemampuan Minerva dan menantangnya bertanding. Nama gadis tersebut adalah Arachne. Minerva menyambut tantangan Arachne. Segera mereka mengadu keterampilan mereka bekerja dengan gelendong benang dan alat tenun. Minerva menenun selembar kain bergambar adegan yang menceritakan saat para dewa-dewi menentukan kota Attica, yang diperebutkannya dengan Neptune sang dewa samudra, menjadi miliknya. Arachne menenun selembar kain bergambar adegan yang menceritakan saat penculikan Europa, putri Raja Agenor dari Sidon, oleh Jupiter yang menyamar sebagai seekor sapi jantan. Dalam adegan itu, dia melukiskan sang dewa terjebak oleh nafsu rendahnya.Mendidihlah darah Minerva oleh amarah atas kekurang-ajaran Arachne yang ditujukan pada ayahnya. Namun dia harus mengakui bahwa kain tenunan Arachne memang indah tanpa cacat. Sambil tersenyum mengejek Minerva merenggut kain tersebut dan merusaknya, lalu memperingatkan pada yang hadir bahwa seni sejati lahir dari hati yang penuh cinta bukan oleh kesombongan apalagi kebencian. Arachne yang merasa malu mendengar kata-kata Minerva lalu mengakhiri hidupnya. Minerva yang merasa iba menyaksikan nasib Arachne yang berakhir tragis kemudian mengubahnya menjadi makhluk yang selalu menenun seumur hidupnya, yaitu laba-laba. Namun sekarang tak ada lagi yang menghargai hasil tenunannya. Orang akan segera mengambil sapu untuk menyingkirkan hasil pekerjaannya bila mereka melihatnya. Kata laba-laba dalam bahasa Prancis, 'araigne', memang berasal dari nama Arachne.Meskipun terlahir dengan senjata-senjata Minerva selalu menjadi dewi yang paling membenci pertempuran. Namun demikian dialah yang pertama kali akan terjun ke medan perang bila kemanusiaan dan perdamaian terancam bahaya. Memang selalu orang yang paling mencintai kemanusiaan dan perdamaian yang akan pertama terjun ke medan pertempuran bila memang diperlukan. Di medan perang Minerva akan menjadi dewi yang tak terkalahkan berkat perisainya yang bernama Aegis, yang bahkan dapat menahan petir Jupiter. Di masa damai, bersama Pax, dewi perdamaian, dan Ceres, dewi pertanian, Minerva akan mengajarkan peradaban pada umat manusia.Konon Minervalah yang membangun tembok-tembok kota dan Acropolis di Attica yang kelak menyandang namanya dalam bahasa Yunani, Athena. Burung hantu menjadi binatang kesayangannya karena sorot matanya yang cerdas sedangkan zaitun menjadi tanaman suci baginya karena memiliki banyak kegunaan bagi umat manusia. Minerva jugalah yang selalu menjadi pendamping dan pengilham bagi para pahlawan, filsuf, seniman, dan para pakar di bidang kemanusiaan yang lainnya. Minerva adalah dewi yang tetap perawan karena kecintaannya pada kemanusiaan membuatnya menolak mencintai pria manapun.more
-
Al-Razi Profile
Abu Bakar Muhammad Ibn Zakaria Al-Razi lahir di Ray, suatu kota di dekat Teheran pada Tahun 863 M dan wafat pada tahun 925 M. Ia pernah menjadi direktur Rumah Sakit Ray dan Rumah Sakit Bagdad. Ia terkenal di barat dengan nama Rhazes dari buku-bukunya tentang ilmu kedokteran. Karangannya yang terkenal ialah buku tentang "Cacar dan Campak" yang dicetak sampai 40 kali. Al-Hawi merupakan ensiklopedia tentang ilmu kedokteran, tersusun lebih dari 20 jilid dan mengandung ilmu-ilmu kedokteran Siria, Yunani dan Arab. Pada tahun 1279 M ensiklopedi ini deterjemahkan ke dalam bahasa latin oleh seorang Yahudi Sisilia bernama Faraj Ibn Salim. Semenja 1486 M ensiklopedi ini berkali-kali dicetak dan dipakai di Erofa sampai abad XVII M.more
-
The 5 Eternal Philosophy
Al-Razi tekenal dengan doktrin filsafatnya yang disebut sebagai Lima Yang Kekal, yaitu Tuhan, Jiwa Universil, Materi Pertama, Ruang Absolut dan Zaman Absolut. Mengenai yang terahir, ia membuat sebuah perbedaan antara zaman mutlak dan zaman terbatas sebagai al-dahr dan al-waqt. Yang pertama kekal dalam arti tidak bermula dan tidak berahir. Yang kedua disifati oleh angka.
Rincian Lima Yang Kekal itu adalah sebagai berikut.
1. Materi: merupakan apa yang ditankap oleh panca indera tentang benda itu.
2. Ruang: materi senantiasa mengambil ruang.
3. Zaman: karena materi berubah-ubah keadaannnya.
4. Di antara benda-benda ada yang hidup karena itu butuh roh. Di antara yang hidup ada yang berakal yang dapat mewjudkan ciptaan-ciptaan yang teratur.
5. Semua itu perlu pencipta Yang Maha Bijaksana dan Yang Maha Tahu.Dua dari Lima Kekal itu hidup dan aktif, Tuhan dan Roh. Satu di antaranya tidak hidup dan pasif, yaitu materi. Dua lainnya tidak hidup, tidak aktif, tidak pasif yaitu ruang dan masa. Materi adalah kekal karena creatio ex nihilo (penciptaan dari tiada) merupakan suatu hal yang tidak mungkin. Ketika materi kekal, maka ruang juga bersifat kekal karena materi tidak bisa tidak harus menempati ruang. Karena materi mengalaman perubahan dan perubahan menandakan zaman, maka zaman mesti kekal pula. materi pertama atau materi absolut mempunyai bentuk atom yang masing-masing mempunyai volume. Atom yang padat merupakan atom tanah, agak jarang merupakan atom air, lebih jarang merupakan atom udara dan leih jarang lagi merupakan atom api. Kalau alam ini hancur, atom-atom akan bercerai berai kembali.more -
Al-Razi Philosophy Of Soul
FILSAFAT JIWA Al-RAZIMeskipun materi pertama kekal, alam tidak kekal. Alam diciptakan Tuhan bukan dalam arti creatio ex nihilo tetapi dalam arti disusun dari bahan yang telah ada. Menurut Al-Razi, padamulanya Tuhan tidak berniat menciptakan alam ini. Namun pada suatu ketika roh tertarik pada materi pertama dan materi pertama berontak. Tuhan datang menolong roh dengan menciptakan alam ini dengan susunan yang kuat hingga roh dapat mencari kesenangan materi di dalamnya. Tuhan mewujudkan manusia dan di dalamnya roh mengambil tempat.Keterikatan tersebut membuat Roh lupa pada kesenangan yang sebenarnya. Oleh karena itu Tuhan mewujudkan Akal yang ebrasal dari zat Tuhan sendiri. Tugas akal ialah untuk menyadarkan manusia yang terperdaya oleh kesenangan materi, bahwa alam materi ini bukanlah alam yang sebenarnya. Alam kesenangan yang sebenarnya berad di luar alam materi dan bisa dicapai dengan filsafat.Roh akan tetap tinggal di alam materi ini selama ia tidak dapat mensucikan diri dengan filsafat. Entahlah dalam bentuk reinkarnasi atau dalam bentuk nomadic dari satu planit ke planit yang lain. Ketika semua roh sudah bersih dan kembali ke alamnya, alam materi ini akan hancur minah. Mampus loe :)more
-
Reason Versus Religion
Al-Razi seorang rasionalis ekstreem yang hanya percaya pada kekuatan akal dan tidak percaya pada wahyu dan perlunya nabi-nabi. Ia berkeyakinan bahwa akal manusia kuat untuk mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk, untuk tahu pada Tuhan dan mengatur hidup manusia di dunia ini. Manusia pada dasarnya memiliki daya berpikir yang sama besarnya, perbedaan timbul hanya karena berlainan pendidikan dan perkembangannya. Nabi-nabi menurut pendapatnya membawa kehancuran bagi manusia dengan ajaran-ajaran mereka yang saling bertentangan.Nabi-nabi menyebarkan ajaran yang menimbulkan perasaan saling membenci di antara umat manusia yang terkadang meningkat menjadi peperangan agama. Orang yang tunduk kepad agama menurutnya semata-mata hanya karena tradisi, kekuasan para pemuka-pemuka agama dan ritual yang mempengaruhi jiwa rakyat yang sederhana dalam pemikiran. Al-Qur'an hanya baik dalam bahasa dan gaya maupun dalam isi, tapi tidak merupakan mukjizat. Al-Razi lebih mementingkan buku-buku falsafat dan ilmu pengetahuan daripada buku-buku agama. Meskipun menentang keras agama, Rhazes bukanlah seorang atheis, ia seorang monotheis yang percaya pada adanya Tuhan sebagai penyusun dan pengatur alam ini.Dalam masalah hubungan antara manusia dan Tuhan, ia lebih dekat kepada ajaran Phytagoras yang memandang kesenangan manusia yang sebenarnya ialah kembali kepada Tuhan dengan meninggalkan alam materi ini. Untuk kembali kepada Tuhan, Roh harus terlebih dahulu disucikan dan yang dapat mensucikan roh adalah filsafat.more
-
Al-Kindi Philosophy Of Soul
FILSAFAT JIWA ALKINDIMenurut ayat Al-Qur'an manusia tidak akan mengetahui hakekat roh. Roh adalah urusan Tuhan dan bukan urusan manusia. Tetapi meskipun demikian filsof muslim membahas masalah ini berdasar pada filsafat tentang roh yang mereka jumpai dalam filsafat yunani. Di sisi lain, roh atau jiwa diyakini sebagai intisari manusia yang tidak begitu mendapat banyak keterangan dari Al-Qur'an maupun Al-Hadits.Menurut Al-Kindi roh tidak tersusun (simple) tetapi memiliki arti penting, sempurna dan mulia. Subtansinya berasal dari subtansi Tuhan, hubungan jiwa dengan Tuhan sama saja dengan hubungan antara cahaya dan matahari. Roh sama sekali berbeda dari badan dan mempunyai wujud sendiri. Argumen Al-Kindi tentang perlainan ini ialah keadaan badan yang memiliki hawa nafsu dan sifat pemarah, sementara roh menentang sifat-sifat tersebut. Sudah jelas bahwa yang melarang tidak sama dengan yang dilarang, tetapi berlainan.Roh menjadi perantara manusia dalam menemukan kebenaran dan pengetahuan yang sebenarnya. Ada dua macam pengetahuan yakni pengetahuan panca indra yang hanya mengenai hal-hal lahiriah saja. Pengetahuan akal merupakan hakekat-hakekat dan hanya dapat diperoleh oleh manusia tetapi dengan syarat harus melepaskan dirinya dari sifat-sifat binatang yang ada di dalam tubuhnya. Melepaskan diri dari sifat ini yaitu dengan cara meninggalkan dunia dan berpikir serta berkontemplasi tentangwujud alis bersifat zahid. Ketika roh sudah bisa meninggalkan keinginan-keinginan badan, bersih dari segala noda kematerian dan senantiasa berpikir tentanghakekat-hakekat wujud, maka roh akan mejadi suci dan mampu menangkap gambaran segala hakekat.Roh bersifat kekal dan tidak hancur dengan hancurnya badan. Roh tidak hancur karena subtnasinya berasal dari subtansi Tuhan ia adalah cahaya yang dipancarkan Tuhan. selama berada di dalam badan roh tidak mendapat kesenangan yang sebenarnya dan pengetahuannya tidak sempurna. Hanya setelah bercerai dengan badan roh menemukan kesenangan yang sebetulnya dalam bentuk pengetahuan yang sempurna. Setelah bercerai dengan badan roh pergi ke alam akal atau alam kebenaran di alam lingkungan cahaya Tuhan, dekat dengan Tuhan dan dapat melihat Tuhan.more
-
Filsafat Ketuhanan Al-Kindi
FILSAFAT KETUHANAN AL-KINDIMenurut Al-Kindi pengetahuan itu terbagi menjadi dua, yakni Pengetahuan Illahi yaitu pengetahuan langsung yang diperoleh oleh para Nabi dan Rasul langsung dari Allah SWT. Dasar pengetahuan ini adalah keyakinan. Pengetahuan yang kedua adalah pengetahuan manusiawi yaitu filsafat dan sains yang berpijak pada pemikiran (ratio, reason). Argumen-argumen yang dibawa oleh Al-Qur'an lebih meyakinkan daripada argumen-argumen yang dibawa oleh filsafat. Akan tetapi Filsafat dan Wahyu tidaklah bertentangan.Filsafat baginya adalah pengetahuan tentang yang benar (knowledge of the truth) yang memperlihatkan persamaan antara filsafat dan wahyu sebagai pencari apa yang benar dan apa yang baik. Yang benar pertama baginya adalah Tuhan (The First Truth) dan filsafat paling tinggi adalah filsafat tentang Tuhan sebagaimana yang disebutkan dalam bukunya "Filsafat yang termulia dan tertinggi derajatnya adalah filsafat utama. Yaitu filsafat tentang Yang Benar Pertama, yang menjadi sebab bagi segala yang benar".Kebenaran adalah sesuainya apa yangada dalam akal dengan apa yang ada di luar akal. Dalam alam terdapat benda-benda yang dapat ditangkap dengan pancaindra. Benda-benda ini merupakan juz'iat (partikular). Dalam filsafat yang terpenting bukanlah perkara partikular, tapi hakikat yang terdapat dalam juz'iat. Tiap-tiap benda memiliki 2 hakekat, yakni hakekatnya sebagai Juz'i yang disebut sebagai Aniah dan Hakekatnya sebagai Kulli dan ini disebut mahiah yaitu hakikat yang bersifat universal.Tuhan dalam filsafat Al-Kindi tidak memiliki hakikat aniah atau mahian. Tida aniah karena Tuhan tidak termasuk dalam benda-benda yang ada dalam alam, Tuhan adalah pencipta alam itu sendiri. Tuhan tidak tersusun dari materi dan bentuk, tidak mempunyai hakikat dalam bentuk mahiah karena Tuhan tidak merupakan genus atau spesies. Tuhan hanya satu dan tidak ada yang serupa denganNya. Tuhan adalah unik sebagai Yang Benar Pertama dan Yang Benar Tunggal, semata-mata satu. Selain dari Tuhan segalanya mengandung arti banyak.Sesuai dengan faham yang ada di dalam agama Islam, Tuhan bagi Al-Kindi adalah pencipta dan bukan Penggerak Pertama sebagaimana pendapat Aristoteles. Alam bagi Al-Kindi bukan kekal di zaman lampau, tetapi mempunyai permulaan. Dalam hal ini, Al-Kindi begitu kental memperlihatkan tradisi filsafat Platonic yang mengatakan bahwa yang maha satu adalah sumber dari alam ini dan sumber dari segala yang ada. Alam ini adalah emanasi dari Yang Maha Satu. Akan tetapi Faham Emanasi ini belum begitu jelas dalam pemikiran Al-Kindi. Di kemdian hari Al-Farabi lah yang jauh lebih tegas berbicara tentang emanasi.more
Subscribe to:
Posts (Atom)
